Effective Science Teaching in Accelerated Learning Program
Pengembangan Profesionalitas Guru dengan Prinsip “Tidak Ada Siswa yang Tertinggal”
disusun oleh:
LIDIA H. SAMBETA
PROGRAM PASCASARJANA SAINS
UNIVERSITAS TADULAKO
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Selama lebih dari 40 tahun, para pemerhati pendidikan telah berargumentasi mengenai mana yang lebih baik untuk mengajak siswa terlibat di dalam sains, ataukah membaca tentang sains saja. Namun, hanya ada beberapa guru saja yang dibekali untuk mengajar sains dengan cara sesungguhnya yang sesuai dengan perkembangan zaman dibandingkan dengan guru yang mengajar fakta-fakta sempit yang harus dihafalkan untuk ujian.
Bagi guru, eksperimen sains adalah barang mewah dan sulit terjangkau. Bahkan faktanya, banyak guru yang beranggapan eksperimen sains hanya sebagai pelengkap pembelajaran, atau sebagai ‘hadiah’ bagi kelas yang telah menyelesaikan satu cakupan materi tertentu. Guru seringkali beralasan untuk tidak melakukan eksperimen sains karena kekurangan waktu, tidak adanya persiapan, manajemen kelas yang tidak mendukung. Bahkan fakta menunjukkan banyak guru di distrik pedesaan, mengeluh mengenai modul kurikulum yang mereka terima tidak sesuai dengan kemampuan mereka dan tidak sejalan dengan apa yang selama ini mereka mampu ajarkan[1]. Sangatlah jelas bahwa guru membutuhkan dukungan dalam jumlah yang besar untuk mengajarkan sains secara efektif, termasuk menggunakan metode penyelidikan (eksperimen), kelompok kerja, dan wacana kelas.
Effective Science Teaching menurut NSES[2] telah dipraktekkan menjadi dampak yang positif dan proses pembelajaran siswa terhadap sains. Bahkan, guru-guru harus memanfaatkan strategi mengajar untuk memastikan pengertian dan penyerapan yang konseptual atas sains. Seperti yang dikatakan “seorang guru tidak dapat mengajar, menjadi model, ataupun mendukung apa yang tidak diketahui, tidak diterima atau tidak dialami oleh guru tersebut. Hal-hal inilah yang menjadi kendala utama yang dihadapi oleh guru.